STAI Asy-Syuhada Gelar Orientasi Akademik Dosen Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027
Dipublikasikan: 16-08-2026
Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan proses pembelajaran bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari menyelenggarakan Orientasi Akademik Dosen yang diikuti oleh seluruh dosen tetap dan dosen tidak tetap. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi dosen, serta memperkuat komitmen dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Orientasi akademik dibuka oleh Ketua STAI Asy-Syuhada, Dr. H. Abdul Ghofur, S.H., M.Kn., yang sekaligus menjadi narasumber dengan materi "Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air." Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, semangat persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Dosen bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendidik yang bertugas menanamkan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta akhlak mulia kepada mahasiswa. Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi intelektual yang berintegritas dan berkontribusi bagi bangsa," ungkap Dr. Abdul Ghofur.
Pada sesi berikutnya, H. Husin Naparin, S.Sos., M.Pd.I. menyampaikan materi "Menjadi Dosen Profesional dan Inspiratif (Seni Mengajar di Perguruan Tinggi)." Beliau mengajak para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning). Menurutnya, dosen yang inspiratif mampu membangun suasana belajar yang aktif, menyenangkan, sekaligus mendorong mahasiswa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
Materi selanjutnya disampaikan oleh M. Kamil Ramma Oensyar, M.Pd. dengan tema "Kompetensi Pedagogik Dosen." Dalam paparannya dijelaskan bahwa kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki setiap dosen. Pembelajaran di perguruan tinggi tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, tetapi harus dirancang berdasarkan capaian pembelajaran, menggunakan strategi pembelajaran aktif, asesmen autentik, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Beliau juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mengacu pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE) agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.
Orientasi akademik dibuka oleh Ketua STAI Asy-Syuhada, Dr. H. Abdul Ghofur, S.H., M.Kn., yang sekaligus menjadi narasumber dengan materi "Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air." Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, semangat persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Dosen bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendidik yang bertugas menanamkan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta akhlak mulia kepada mahasiswa. Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi intelektual yang berintegritas dan berkontribusi bagi bangsa," ungkap Dr. Abdul Ghofur.
Pada sesi berikutnya, H. Husin Naparin, S.Sos., M.Pd.I. menyampaikan materi "Menjadi Dosen Profesional dan Inspiratif (Seni Mengajar di Perguruan Tinggi)." Beliau mengajak para dosen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning). Menurutnya, dosen yang inspiratif mampu membangun suasana belajar yang aktif, menyenangkan, sekaligus mendorong mahasiswa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.
Materi selanjutnya disampaikan oleh M. Kamil Ramma Oensyar, M.Pd. dengan tema "Kompetensi Pedagogik Dosen." Dalam paparannya dijelaskan bahwa kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki setiap dosen. Pembelajaran di perguruan tinggi tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, tetapi harus dirancang berdasarkan capaian pembelajaran, menggunakan strategi pembelajaran aktif, asesmen autentik, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Beliau juga menekankan pentingnya penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mengacu pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE) agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.


Sementara itu, Fajar Islam, S.Pd., M.Pd. memberikan materi mengenai Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) STAI Asy-Syuhada. Dalam sesi ini, para dosen diperkenalkan dengan berbagai fitur SIAKAD yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan akademik, mulai dari pengisian presensi, penyusunan jadwal perkuliahan, penginputan nilai, pengelolaan RPS, hingga monitoring aktivitas perkuliahan secara digital.
Dr. H. Abdul Ghofur berharap melalui kegiatan Orientasi Akademik Dosen ini, STAI Asy-Syuhada berusaha untuk menghadirkan tenaga pendidik yang profesional, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermutu kepada mahasiswa. Persiapan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi STAI Asy-Syuhada sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing di tingkat regional.
Dr. H. Abdul Ghofur berharap melalui kegiatan Orientasi Akademik Dosen ini, STAI Asy-Syuhada berusaha untuk menghadirkan tenaga pendidik yang profesional, kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang bermutu kepada mahasiswa. Persiapan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi STAI Asy-Syuhada sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing di tingkat regional.