Pelaihari, 28 Februari 2026 – Proses pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari memasuki tahapan penting dengan dilaksanakannya asesmen lapangan oleh Tim Asesor Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Kampus STAI Asy-Syuhada Pelaihari tersebut menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan panjang mewujudkan perguruan tinggi keagamaan Islam pertama di Kabupaten Tanah Laut.
Tim asesor yang ditugaskan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI terdiri dari Prof. Dr. Syamsun Ni'am, M.Ag, Prof. Dr. Miftah Arifin, M.Ag, Dr. Riska Puspita Sari, M.Pd dan Andi Subiyanto, S.H., M.H, melakukan verifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek yang menjadi persyaratan pendirian perguruan tinggi, mulai dari tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, hingga dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kegiatan asesmen lapangan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, pimpinan organisasi keagamaan, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung perjuangan pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, S.H dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi keagamaan Islam di Kabupaten Tanah Laut merupakan kebutuhan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.
"Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memberikan dukungan penuh terhadap pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari. Kehadiran perguruan tinggi ini sangat penting untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Tanah Laut serta menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan keislaman di daerah kita," ujar H. M. Zazuli di hadapan tim asesor.
Dukungan terhadap pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari juga datang dari berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Salah satunya disampaikan oleh Anggota DPR RI asal Tanah Laut, H. Endang Agustina, S.Sos., M.H yang turut hadir dalam kegiatan asesmen lapangan tersebut.
Dalam kesempatan itu, H. Endang Agustina menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi keagamaan Islam di Tanah Laut sudah menjadi kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan oleh masyarakat.
"Ini adalah hajat masyarakat Tanah Laut. Kami berharap izin pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari dapat segera diterbitkan sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi keagamaan di daerah sendiri," ujarnya.
Menurutnya, selama ini banyak lulusan madrasah, pesantren, dan sekolah menengah di Tanah Laut yang harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah karena belum tersedianya perguruan tinggi keagamaan Islam di kabupaten tersebut. Oleh karena itu, kehadiran STAI Asy-Syuhada Pelaihari diyakini akan memberikan dampak besar bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Tim Asesor Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melakukan penilaian secara objektif terhadap seluruh komponen yang dipersyaratkan dalam pendirian perguruan tinggi. Asesmen lapangan merupakan salah satu tahapan krusial sebelum terbitnya keputusan pendirian dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari KH. Ahmad Syarifuddin Noor menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya asesmen lapangan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari telah melalui perjalanan panjang sejak pengajuan rekomendasi pendirian pada tahun 2020 hingga berbagai tahapan verifikasi dan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI.
"Kami bersyukur karena perjuangan panjang ini mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah daerah, DPR RI, tokoh masyarakat, and seluruh elemen masyarakat Tanah Laut. Semoga asesmen lapangan ini menjadi langkah penting menuju terwujudnya cita-cita menghadirkan perguruan tinggi Islam pertama di Kabupaten Tanah Laut," ujarnya.
Kegiatan asesmen lapangan berlangsung dalam suasana penuh optimisme dan semangat kebersamaan. Dukungan kuat dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa kehadiran STAI Asy-Syuhada Pelaihari bukan hanya kebutuhan lembaga penyelenggara, tetapi juga merupakan harapan besar masyarakat Tanah Laut untuk memiliki perguruan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas di daerahnya sendiri.