« Kembali ke Beranda

Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syuhada Terima SK Pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari di Jakarta

Perjuangan Pendirian STAI

Kabar membanggakan datang bagi masyarakat Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari, KH. Ahmad Syarifuddin Noor, secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-Syuhada Pelaihari dari Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta Nomor 532 Tahun 2026. (Senin, 18 Mei 2026)

Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Dr. Asroi, M. Pd Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI sebagai bagian dari proses penguatan dan pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Momen bersejarah ini menandai lahirnya perguruan tinggi baru di Kabupaten Tanah Laut yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di daerah.

Proses Verifikasi
Tim Pendiri

Dalam suasana penuh syukur, KH. Ahmad Syarifuddin Noor menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Republik Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga proses pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari dapat berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang mulai dari permohonan Rekomendasi Pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari ke Kopertais Wilayah XI Kalimantan tanggal 26 Oktober 2020 sampai terbit surat Rekomendasi dengan Nomor : P-111/Un.14/VI/HM.I/09/2021pada tanggal 28 September 2021 dan berbagai tahapan yang harus dipenuhi di Kementerian Agama Republik Indonesia., hari ini kami menerima SK pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari. Ini merupakan amanah besar yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan pendidikan Islam di Tanah Laut,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran STAI Asy-Syuhada Pelaihari merupakan bagian dari cita-cita besar Pondok Pesantren Asy-Syuhada dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Tanah Laut dan Kalimantan Selatan.

Dengan terbitnya SK pendirian tersebut, STAI Asy-Syuhada Pelaihari memiliki landasan hukum yang kuat untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Perguruan tinggi ini berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari dan diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu keislaman yang unggul, moderat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dr. Asroi, M. Pd Kasubdit Kelembagaan Kementerian Agama RI dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar STAI Asy-Syuhada Pelaihari dapat berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang berkualitas, memenuhi standar akademik nasional, serta mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.

“Kami berharap STAI Asy-Syuhada Pelaihari dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam, khususnya di Kalimantan Selatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.

Pendirian STAI Asy-Syuhada Pelaihari juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Kehadiran kampus ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Tanah Laut tanpa harus menempuh pendidikan ke luar daerah.

Dengan diterimanya SK pendirian di Jakarta, STAI Asy-Syuhada Pelaihari resmi memasuki babak baru dalam perjalanan pengembangan pendidikan Islam. Masyarakat Tanah Laut pun menyambut momentum bersejarah ini dengan penuh optimisme dan harapan agar kampus tersebut menjadi pusat lahirnya generasi intelektual Muslim yang unggul, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Acara penyerahan SK ditutup dengan sesi foto bersama dan doa sebagai ungkapan syukur atas terwujudnya cita-cita pendirian perguruan tinggi yang telah lama diharapkan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari dan masyarakat Kabupaten Tanah Laut.